BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kita semua percaya bahwa guru memunyai andil
yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Peran guru
sangat besar dalam membantu perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan
hidupnya secara optimal. Keyakinan tersebut muncul dikarenakan manusia adalah
makhluk yang dalam perkembangannya senantiasa membutuhkan orang lain, sejak
lahir bahkan pada saat akan meninggalkan dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa
setipa orang membutuhkan orang lain dalam perkembangannya, demikian halnya
peserta didik; ketika orang tua mendaftarkan anak ke sekolah, pada saat itu juga
ia menaruh harapan terhadap guru agar anaknya dapat berkembang secara optimal
(Mulyasa, 2007, 35).
Dalam kontek tersebut, sebagai seorang
pendidik, guru harus merespon harapan-harapan orang tua untuk membantu
mengembangkan potensi-potensi peserta didiknya karena potensi-potensi seperti
minat, bakat, kemampuan dan lainnya tidak akan berkembang tanpa bantuan orang
lain dalam hal ini adalah guru.
Galileo dalam Sanjaya (2006) menegaskan bahwa
sebenarnya kita tidak dapat mengajarkan apapun, kita hanya dapat membantu
peserta didik untuk menemukan dirinya dan mengaktualisasikan dirinya. Setiap
pribadi manusia memiliki “self-hidden potential excellece” (mutiara talenta
yang tersembunyi di dalam diri), tugas pendidikan yang sejati adalah membantu
peserta didik untuk menemukan dan mengembangkannya seoptimal mungkin.
Seorang pendidik yang efektif, tidak hanya
efektif dalam kegiatan belajar mengajar di kelas saja (transfer of knowledge), tetapi lebih-lebih dalam relasi pribadinya
dan “modeling”nya (transfer of attitude and values), baik
kepada peserta didik maupun kepada seluruh anggota komunitas sekolah. Relasi
ini berkembang dengan pesat dan menghasilkan buah-buah pendidikan jika
dilandasi oleh cintakasih antar mereka. Pribadi-pribadi hanya berkembang secara
optimal dan relatif tanpa hambatan jika berada dalam suasana yang penuh cinta (unconditional
love), hati yang penuh pengertian (understanding heart) serta relasi
pribadi yang efektif (personal relationship). Dalam mendidik seseorang kita
hendaknya mampu menerima diri sebagaimana adanya dan kemudian mengungkapkannya
secara jujur (modeling). Mendidik tidak sekedar mentransfer ilmu pengetahuan,
melatih keterampilan verbal kepada para peserta didik, namun merupakan bantuan
agar peserta didik dapat menumbuhkembangkan dirinya secara optimal.
Perubahan paradigma pendidikan yang berpusat
pada siswa atau pendidikan bagi siswa, telah menuntut peran yang cukup
signifikan dari guru. Ini dikarenakan guru tidak lagi diberi kesempatan menjadi
satu-satunya sumber belajar, malainkan hanya mengupayakan suatu kondisi belajar
yang dapat memudahkan siswanya belajar. Sehingga dicapai tujuan sejati dari
pendidikan yaitu pertumbuhan dan perkembangan diri peserta didik secara utuh
menjadi pribadi dewasa yang matang dan mapan, mampu menghadapi berbagai masalah
dan konflik dalam kehidupan sehari-hari.
B. Rumusan dan Batasan Masalah
Gambaran latar belakang di atas
memberikan kesan bahwa guru perlu mengetahuai dan memahami keterlibatannya
dalam pembelajaran. Ini diperlukan sehingga guru tidak terkesan menjadi
penonton siswa belajar. Dengan demikian berikut dapat dirumuskan beberapa
masalah yaitu:
1.
Kemampuan apa yang harus dimiliki
guru dalam melaksanakan pembelajaran?
2.
Bagaimana peran guru dalam
pembelajaran?
Agar pembahasa dalam penulisan ini tidak
melebar, maka penulis hanya membatasi pada pembahasa kemampuan dan peran guru
dalam pembelajaran.
C.
Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ini adalah :
1.
Untuk mengetahui kemampuan-kemampuan
harus dimiliki guru dalam melaksanakan pembelajaran
2.
Mengetahui peran guru dalam
pembelajaran
3.
Mendalami materi pada mata kuliah
Kajian Teori dan Praktek Pendidikan Dasar
4.
Untuk meningkatkan pemahaman
penulis terhadap materi kuliah